Rabu, 11 Desember 2019


EPIDEMIOLOGI KESEHATAN LINGKUNGAN
“ARTIKEL OPINI TENTANG PERTAMBANGAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT”


OLEH :
YUSRIL IHZA FIKRI ALI
J1A1 17 291


KONSENTRASI KESEHATAN LINGKUNGAN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019




PERTAMBANGAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT



            Indonesia merupakan salah satu negara terbesar didunia dengan luas wilayah mencapai 5.455.675 km2 dan 3.544.744 km2 di antaranya atau 2/3 wilayahnya adalah lautan. Indonesia dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mencukupi diseluruh wilayahnya banyak dimanfaatkan untuk sektor pertambangan. Sistem pertambangan di Indonesia yang semakin hari semakin bertambah tentu juga mempengaruhi dalam sektor yang lain utamanya sektor kesehatan. Berbagai macam kegiatan pertambangan sangatah berkaitan erat dengan meningkatnya berbagai penyakit seperti misalnya pencemaran udara akibat mesin dipertambangan sangat beresiko mengakibatkan penyakit sistem pernapasan yang mengancam bukan hanya pekerja di penambangan tersebut akan tetapi juga mengancam masyarakat sekitar didaerah tersebut. Selain penyakit sistem pernapasan, penyakit lain juga sangat beresiko terjadi akibat kegiatan pertambangan seperti penyakit kulit, gangguan sistem pencernaan, gangguan sistem reproduksi hingga vertigo.
            Pengendalian kesehatan di lingkungan pertambangan haruslah sangat diperhatikan mengingat resiko yang dapat diderita juga sangat besar. Pemeriksaan rutin kesehatan pekerja juga harus selalu dilakukan karena mengingat juga para pekerjalah yang sangat beresiko tinggi terkena penyakit yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan.
            Di wilayah Sulawesi sendiri khususnya wilayah Sulawesi Tenggara terdapat berbagai macam pertambangan mulai dari Nikel, aspal dan emas yang tentunya dari kegiatan penambangan ini sangat beresiko besar dalam peningkatan faktor berbagai macam penyakit karena mengingat dari kegiatan penambangan tersebujt memakai zak kimia yang sangat beresiko bagi kesehatan. Misalnya saja dalam proses penambangan emas itu memakai zat kimia jenis sianida yang bertujuan untuk memisahkan emas dari batuan biji, yang dimana seperti telah diketahui bahwa zat racun dalam sianida sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia. Contoh selanjutnya adalah zat merkuri yang apabila tidak diperhatikan dengan baik cara penggunannya maka dapat meningkatkan resiko penyakit gagal ginjal hingga penyakit yang berkaitan dengan saraf.
            Dari penjelasan tersebut maka selain memperhatikan kesehatan secara objektif maka juga peningkatan pencegahan haruslah diperhatikan lebih serius. Peningkatan pengawasan pada sistem penambangan dalam hal ini mengacu pada regulasi-regulasi yang telah ditetapkan haruslah lebih ditekankan. Pemberian sanksi yang berat pagi para pekerja penambang yang nakal atau tidak memperhatikan aturan-aturan penambangan yang telah ditetapkan haruslah dilakukan walau harus terjadi pemberhentian bekrja kepada pekerja tersebut karena mengingat bahaya yang dapat ditimbukan oleh penambanga bukan hanya dirasakan oleh satu orang akan tetapi berdampak luas kemasyarakay sekitar.
            Kegiatan pertambangan bukan berarti harus dibatasi atau mungkin dilarang. Kegiatan penambangan juga memiliki sisi positif yang sangat banyak, mulai dari penambahan lapangan pekerjaan bagi masyarakat itu sendiri serta pemasukan kas daerah untuk daerah tersebut.  Akan tetapi dari sekian banyaknya sisi positif dari kegiatan pertambangan tidak akan bernilai apabila sisi negatifnya tidak diperhatikan. Seperti halnya sisi positif kegiatan pertambangan yaitu meningkatkan taraf ekonomi para pekerja akan hilang apabila pekerja tersebut terkena berbagai penyakit maka uang yang dia hasilkan dari pertambangan akan habis sia-sia untuk pengobatannya. Tentunya hal ini akan sangat merugikan kepada pekerja, oleh karena itu pengawasan kesehatan dilingkungan pertambangan haruslah sangat diperhatikan dan regulasi-regulasi yang mengatur didalamnya harus ditekankan.
            Sebagai penutup, marilah kita sama-sama berjuang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik dengan memperhatikan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatan khususnya faktor yang berhubungan dengan pertambanagan. Kita bisa melakukan edukasi kepada para pekerja pertambangan dan juga para pemangku kebijakan akan bahayanya lingkungan pertambangan yang tidak diperhatkan yang dimana sangat berpengaruh pada kesehatan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan begitu, kita telah melakukan kewajiban kita sebagaui masyarakat yang peduli akan sesama.